Ilmuwan Temukan Jejaring Sosial Tertua di Dunia – ARTnews.com

Para ilmuwan telah menemukan apa yang mungkin merupakan jaringan sosial pertama di dunia, sebuah rantai perdagangan dan komunikasi yang menghubungkan manusia purba di Afrika bagian selatan dan timur sekitar 50.000 tahun yang lalu. Terobosan ini dimungkinkan oleh jejak artefak kecil: manik-manik yang terbuat dari kulit telur burung unta, salah satu bentuk perhiasan pribadi paling awal.

Para peneliti yang berbasis di Jerman mempelajari lebih dari 1.5000 manik-manik yang digali di 31 situs yang membentang 1.800 mil di benua Afrika. Analisis ketebalan dan diameter cangkang manik-manik menemukan bahwa pemburu-pengumpul telah membuatnya dalam bentuk dan gaya yang “hampir identik” meskipun jarak yang sangat jauh memisahkan setiap komunitas, menunjukkan jaringan regional yang koheren. Studi yang dipublikasikan di Alam, menyarankan agar manik-manik ditukar sebagai simbol untuk memperkuat aliansi.

Artikel Terkait

FILE - 8 Mei 2017 ini

“Ini seperti mengikuti jejak remah roti,” kata Jennifer Miller, rekan penulis studi dan peneliti di Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia di Jena. penjaga. “Manik-manik itu adalah petunjuk, tersebar melintasi ruang dan waktu, hanya menunggu untuk diperhatikan.”

Manik-manik kulit telur burung unta—masih diproduksi oleh komunitas Pribumi Afrika saat ini—adalah salah satu bentuk perhiasan diri tertua yang diketahui dalam catatan arkeologi, dengan bukti penggunaannya berasal dari 75.000 tahun yang lalu. Para ilmuwan percaya bahwa jenis dekorasi paling awal kemungkinan adalah oker, pigmen tanah liat berwarna karat, yang telah digunakan oleh manusia setidaknya selama 200.000 tahun.

Studi tentang dekorasi diri telah berperan dalam mengungkap kemampuan kognitif dan pola sosial manusia prasejarah. Perhiasan kulit telur sangat menggambarkan bagaimana, dan kapan, manusia mulai memodifikasi bentuk alami menjadi berbagai bentuk untuk tujuan estetika dan praktis.

Rute yang ditemukan oleh para peneliti juga membantu para ilmuwan menetapkan bahwa “tambal sulam populasi” di Afrika selatan dan timur sedang berkomunikasi. Masih belum jelas apakah kulit telur yang dipelajari diperdagangkan secara langsung, atau apakah pengetahuan tentang cara pembuatannya yang dibagikan.

Yang jelas, jejaring sosial tertua di planet ini akhirnya runtuh. Sekitar 33.000 tahun yang lalu, penggunaan manik-manik menghilang dari Afrika selatan, tetapi tetap populer di Afrika timur. Para penulis mengusulkan bahwa “keadaan lingkungan” menyebabkan perpecahan regional.

Sumber: www.artnews.com